Ada Prancis di Kediri

[Kediri]

Tanggal kunjungan : 19 April 2013
Waktu rekomendasi : Malam hari saat cerah

Aku dan Gumul
Kediri Kota Tahu. Hehe.

Aku mengunjungi Kediri setahun yang lalu. Belum sempat aku ceritakan di sini karena blog ini belum ada. Sekarang aku akan sedikit berbagi pengalaman saat aku ke Kediri.

Pertama kali aku ke Kediri, aku hanya bertujuan untuk berkunjung ke rumah kakak. Kata kakak, di Kediri ada bangunan mirip monumen di Prancis. Namanya Simpang Lima Gumul.

Malam hari, aku dan keluarga langsung capcus ke Monumen Gumul. Memang keren banget gitu. Tapi sayang seribu sayang, tiba-tiba hujan turun. Karena tempat ini di luar ruangan, aku nggak bisa foto-foto terlalu banyak di sini.
Kakakku dan payungnya yang tertiup angin

Monumen ini berbentuk persegi. Ketika berteduh di bawah monumen ini, aku berasa ada di bawah tenda yang tinggi sekali. Tapi tetap saja air hujan bisa masuk ke bawah monumen. Anginnya kencang sekali.

Aku nggak terlalu banyak ingat ketika main di sini. Yang ku ingat hanya hujan dan dingin. Hehe. Berfoto pun hasilnya tak sebagus yang diinginkan. Ini gara-gara yang motret dan dipotret ingin buru-buru berteduh.

Posisi monumen ada di tengah persimpangan dan kami parkir mobil di tepat parkir yang telah disediakan. Dari tempat parkir menuju monumen bukan dengan cara menyebrang jalan, tapi dengan melewati jalan terowongan di bawah jalan raya. Jadi, tidak usah repot-repot lihat kanan kiri dan tidak perlu khawatir tertabrak. :)
Bapak, Mama, dan Mbak Dora

Di monumen ini juga ada warung kecil semacam penjual makanan dan minuman ringan. Jika lapar atau haus dan tidak bawa bekal, bisa beli di sini. Letaknya masih di dalam monumen ini.

Karena aku waktu itu datang saat hujan, kapan-kapan aku ingin ke sana lagi dan berfoto ria saat hari cerah.


Detik-detik sebelum hujan turun




Read Users' Comments (0)

Mendung di Borobudur

[Magelang]

Tanggal kunjungan : 12 Januari 2014
Waktu rekomendasi : saat tidak liburan.

Aku ke Borobudur lagi. Ternyata masih sama.
Kali ini aku pergi bersama keluarga besarku. Jadi biaya ditanggung para orang tua. Hahaha.
Kalau nggak salah biaya masuk : Rp 35.000,- /orang dewasa
Parkir? Saat itu aku naik mobil, kata tukang parkirnya, terserah mau bayar berapa.
Kalau parkir motor saya kurang tahu, mungkin dua ribu atau tiga ribu.

Karena musim liburan, pengunjung Candi Borobudur membludak.
Aku nggak ikut naik ke puncak candi. Jadi aku duduk-duduk di samping candi aja. Tapi aku tetep sempet buat foto-foto.

Aku dan Borobudur
Oiya, jangan heran ya, aku kok pake baju rapi banget (cuma sendal doank yang enggak). Itu soalnya dari acara lamaran sepupuku di Srumbung. Pulangnya langsung cabut ke Borobudur. Karena aku pake sendal cewek, dan nggak tahan lama-lama, aku beli sendal di tempat oleh-oleh di kawasan Borobudur. Sendal sepasang harganya Rp 20.000,- (bisa lebih murah lagi kalo pake nawar) hahaha.

Lebih dekat
Aku nggak sampai di puncak candi, cuma naik satu lantai candi aja. Jadi fotonya cuma di bawah aja.
Lebih dekat lagi
Karena pingin difoto dari bawah, aku suruh adik sepupuku yang masih 5 tahun buat motret aku. Tapi hasilnya kayak gini. Hahaha..
Ini hasill jepretan Aqila (5 tahun)

Dah selesai jalan-jalannya, terus turun hujan deh. Sewa payung harganyaa.... entahlah, bukan aku yang bayar XD. Intinya hujan aja deh. Deres banget. #mulai nggak penting #hahaha
Aku dan sepupu-sepupuku

Read Users' Comments (0)

Berkobar di Pantai Ngobaran dan Tertelungkup di Pantai Kukup




[Gunungkidul]

Tanggal kunjungan : 7 Januari 2014
Waktu rekomendasi : Berangkat dari kota Jogja dari pagi. Di pantai siang hari sampai sunset :)


Ini masih Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi kita sekarang menuju ke arah tenggara kota yaitu Gunung Kidul.
Di balik pegunungan ini, ada sederetan pantai indah.. Salah dua nya adalah Ngobaran dan Kukup. Untuk menuju pantai ini, membutuhkan waktu 2,5 jam menggunakan motor. Waktu itu terhitung kecepatan minimal 40 km/jam dan istirahat kilat di pom bensin.

:: Pantai Ngobaran

Biaya masuk kompleks pantai Ngobaran : Rp 3.000,00 per orang
Parkir : Rp 2.000,00 per motor
Kamar mandi : Rp 1.000,00 (buang air kecil doank / ganti baju)

Aaaaaa!!!!
Pantai ini dekat sekali dengan Pantai Nguyahan, karena emang satu komplek. Tapi aku tetap menyebut dua-duanya sebagai Pantai Ngobaran (karena ini nama bekennya). Haha.

Aku dan Pantai Ngobaran

Di pantai ini seperti Bali nya Jogja. Pantainya ada kayak candi-candinya gitu. (entah apa sebutannya)
Aku nggak begitu tahu tujuan pendirian candi itu, tapi yang jelas jadi keliatan keren banget.
Pantai ini nggak terlalu ramai.. Ya jelas lah, datengnya kan gak pas liburan. Hahaha.


Hasil foto pake selftimer.. Hahaha..

Terbang dulu ahhh...

Di pantai ini cuma sempet jajan es kelapa muda (degan), harganya Rp 8.000,00. Lumayan lah buat menghilangkan dahaga. Walaupun pada akhirnya dikroyok bareng-bareng.

:: Pantai Kukup

Biaya masuk kompleks pantai Kukup : Rp 4000,00 per orang (ini termasuk pantai-pantai sebelah timurnya, seperti Baron, Krakal, Sundak)
Parkir : Rp 2.000,00 per motor
Kamar mandi : Rp 2.000,00 (buang air kecil doank / ganti baju)

Pantai ini udah terkenal banget, sampe nggak yakin mau datang ke pantai ini lagi. Tapi ternyata emang masih kayak dulu. Haha.

Narsis dulu di Pantai Kukup

Berhubung aku dah laper, makanya aku jajan makanan di Kukup ini. Pertama, beli lauknya dulu kepiting goreng tepung : Rp 15.000,00 per 1/4 kg. Kepitingnya kecil-kecil gitu. Jadi seplastik dapet sekitar 15 biji.
Terus jajan udang goreng tepung : Rp 15.000,00 per 1/4 kg. Aku nggak terlalu suka udang sih, tapi ini yang ngotot buat beli tu temen-temenku.
Terus jajan lagi rumput laut goreng : Rp 13.000,00 per 1/4 kg. Ini satu-satunya jajanan yang gak habis, terus aku bawa pulang buat oleh-oleh.

Nasinya? Nasinya kami beli di warung daerah Pantai Kukup. Jadi di warung cuma beli nasi sama sambel doank. Hahaha. Sama minumnya juga sih. Nasi+sambel+minum harganya aku nggak tau (maaf ya) soalnya udah ada yang bayarin.. Aseekk..

Mainan pasir istana di Kukup

Aku sempetin mainan pasir dulu. Impian lain nih, buat bikin istana dari pasir, tapi malah bikin kayak kolam ikan gitu. Hahaha...

Aku, Bulan, dan Fiyan


Oiya, aku hampir lupa, aku main ke pantai bersama dengan teman-temanku: Detha, Bulan, Ilham, Isnan, dan Fiyan.
Dan akhirnya kami pulang dari Kukup jam 17.30. Tiba di kota Jogja lagi sekitar jam 20.00.

Lelah....
Aku dan teman-temanku dengan latar sunset pantai Kukup

Read Users' Comments (0)

Sekian lama, akhirnya... Tugu Jogja !!

[Yogyakarta]

Tanggal kunjungan : 29 Desember 2013
Waktu rekomendasi : Malam hari

Diawali dengan Kota Jogja.
Siapa yang tidak tahu Jogja? Siapa yang tidak tahu Tugu Jogja?
Saya sudah sekitar 23 tahun lebih 2 bulan tinggal di Jogja. Jelas saya sudah berkali-kali melewati Tugu Jogja.
Tapi setelah sekian lama itu, pada akhirnya saya bisa foto dengan Tugu Jogja.

Saya dan Tugu Jogja
Dengan cerita-cerita dibalik tercapainya impian "geje" ini, akhirnya saya bisa bergaya di depan Tugu Jogja. Walaupun tidak di depannya pas, tapi setidaknya saya bisa nampang di Tugu. Hehehe.
Saat aku foto di Tugu ini, ditemani teman saya: Qia dan Fitri.

Qia dan Fitri


Sebelum berfoto ria, saya harus dengan sabar menanti mereka berdua di trotoar selatan Tugu karena usut punya usut, dompetnya Qia jatuh di jalan (0_0)
Hati-hati kalau mau nekat foto di dekat Tugu, harus menyeberang jalan dulu. Posisi Tugu ada di tengah-tengah perempatan. Jadi, harap berhati-hati. Kalau mau aman sih, ya dipinggir trotoar aja, sama kayak aku. Hehe.

Tapi itu sudah beres. Habis itu kami ke Sekaten... :D

Foto pas ngantri "ombak banyu" di Sekaten :)


Sekarang yang penting mah sekarang aku dah berhasil foto dengan Tugu Jogja :D

Yeyy !!

Read Users' Comments (0)

Neeya on the way : Me with that city

Akhirnya aku membuat blog ini....

Doakan aku untuk selalu rutin menulis di sini tentang aku dan kota itu.

Akan ku awali perjalananku dari kota kebanggaanku dan kota dimana aku dibesarkan...


JOGJA

Read Users' Comments (0)