Pulo Cemeti is not an Island

[Jogja]

Tanggal kunjungan : 19 Desember 2014
Waktu rekomendasi : ketika matahari bersinar cerah tanpa seikitpun awan melingkupi langit #tsaah



Waktu itu, tiba-tiba aku sama dua temenku merasa sangat bosan. Pingin main tapi gak punya duit. Akhirnya tercetus pikiran buat main ke Pulo Cemeti. Letaknya di belakang Pasar Ngasem. Masuknya lewat pintu Pasar Ngasemnya, ntar parkir di dalam pasar aja. Ada tukang parkirnya kok.

Dan, sampai di sana, ngapain? Foto-foto lah..

Pulo Cemeti bukan lah pulau. Tempat ini semacam reruntuhan bangunan jaman dulu. Disebut pulau karena dulunya bangunan ini dikelilingi oleh air. Sehingga jaman dulu jika Sultan ingin ke tempat ini, harus menggunakan perahu. Aku belum tahu lebih banyak tentang tempat ini. Pas ini cuma hasil nguping dari guide yang menjelaskan wisatawan lain. Untuk guide sendiri butuh biaya khusus. Tapi aku sih kurang tau. Milih nguping aja. Hehe..

Selesai foto-foto, kami pun beranjak pulang. Lalala...



Ini aku cuma ngeluarin duit buat:
Parkir : Rp 2.000,-
Toilet : Rp 2.000,-
Jajan : standar lah~

Read Users' Comments (0)

Monumen apa ya ini?

[Solo]

Tanggal kunjungan: 23 November 2014
Waktu rekomendasi: Jangan weekend, kereta penuh.




 ziingg~~


Kali ini aku ke Solo karena diajak. Cuma niat mau naik kereta aja. Tapi aku sempatkan buat jalan-jalan sebentar. Kami berangkat ke Solo naik Prameks. Setelah berunding nggak jelas, maka kami putuskan buat turun di Stasiun Solo Balapan. Kenapa? Pertimbangan yang nggak penting sih, cuma karena aku udah pernah turun di Stasiun Purwosari -_-

Nah, habis turun dari kereta, 'yang ngajak' bilang, "Dah langsung balik Jogja aja."
Yakeleeesss.. Udah sampe Solo cuma nangkring di Stasiun doank.

Aku jelas nggak mau donk. Dan akhirnya kami makan sambil merundingkan (halah) mau ke mana setelah ini. Andalan kalo lagi bingung gini adalah.... GPS. Yap! Global Positioning System (atau Gunakan Penduduk Sekitar).

Akhirnya (setelah sekian abad) kami putuskan buat jalan kaki ke arah "monumen". Kayaknya jauh. Tapi biasanya kalo udah dijalani jadi dekat #tsaaahh..
Berhubung bingung, kami nanya ke penjual soto, sebenernya monumen apa itu. Tapi tanya-nya semacam ke dukun gitu.
"Bu, monumen tu monumen apa sih?" <--- tanpa menunjukkan gambar atau denah atau semacamnya.
Dan tanpa bingung-bingung, ibunya jawab, "Monumen Pers, Mas." <--- kok bisa tau?? O..O

Sampailah kami di "monumen pers". Taraaaaa...

Men... Tunjukkan mana yang menunjukkan bahwa ini "monumen pers" !!
O..O
Ini tidak mungkin !!!
Ini pasti bukan Monumen Pers!! Ini pasti semacam monumen kepahlawanan gitu.. Patungnya aja menunjukkan perjuangan gitu. Tapi ada yang ngotot kalo itu adalah "monumen pers"

"Ini jelas monumen pers. Tuh liat, patungnya bawa leptop, modem, sama tongsis."
Woh, dasar ! Ada-ada ajaaa.. Wkwkwkwkwk...

Daripada berantem kan mending di-iya-in aja. Tapi suatu saat nanti, akan kubuktikan bahwa itu bukanlah monumen pers. Huwahahahah~~

Dan sudah ku temukan jawabannya... Jawabnya ada di ujung langit #plak. Jawabnya ada di google. Aku searching dan akhirnya ku temukan bahwa itu adalah...... Monumen 45 Banjarsari !!!! (ba dum tss)

Hip hip hurraayy. Hip hip hurraayy !!!

Udah ah, gitu aja.
Habis itu, kami balik ke stasiun. Dan ternyata tiket Prameks udah habis (hahaha) dan tiket Sriwedari juga habis (hahahahahaha). Pilihan terakhir adalah Malioboro Express (hahahaha). Yang tau tentang perkeretaan di Jawa, pasti tau lah bagian mana yang ngok banget. Hahahaha...

Maka kami putuskan, Malioboro Express ! (hahahaha. masih ketawa)

Sudah sudah. Cukup sekian cerita di Solo yang sangat absurd ini..

Tiket Prameks: Rp 6.000,- (tugu-solobalapan)
Tiket Malioboro Express: Rp 35.000,- (solobalapan-tugu)

NB : Nggak usah tanya aku sama siapa ke Solo nya.. (nggak bakal ada yang nanya buu...) Hahahaha...

Foto sek lah.. Nggak afdol kalo nggak foto XD



Read Users' Comments (0)